#4 Renungan

Hari ini, ku melihat notifikasi handphoneku siang tadi. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat notifikasinya yang berisi tentang PS Sleman yang melakukan pers converens secara terbuka. Yang bahkan tidak biasa di lakukan oleh mereka di balik klub kebangganku ini. Ku berkata dalam hati, tumben ada apa ini. Pikiranpun melayang dan mengingat ketika ada berita soal Investor baru. “Apa iya seperti ini pengumuman investor barunya ?, gak kayak Persebaya itukah?”, hati dan pikiran trus bertanya – Tanya ada apa sebenarnya. Ku mulai membiasakan diri untuk menutup semua pertanyaan yang ada di pikiranku saat itu. Ku tutup handphoneku dan hari berlanjut hingga sore dan tak terlalu terkejut yang ternyata di sana duduk mantan pemain persema malang yahh Irfan Bachdim. Senang, namun tak terkejut kegirangan. Kembali pikiranku tak terlena dengan sel otakku mengingat 8 tuntutan yang di layangkan oleh Sleman Fans hingga saat ini tak ada titik terang. Bukan sebuah propaganda yang di tanamkan, tapi sebuah pikiran logis yang menurutku tetap untuk di tempat tak bergerak selama 8 tuntutan belum berwujud. Iming – iming yang sebenarnya menggiurkan ketika ada pemain berlabel timnas Indonesia berada di sana, tapi ya tetap ku ta merasa istimewa dengan imin – iming ini. Teori liar terbesit, apakah manajeman akan menarik Sleman Fans baru untuk menduduki tribun ?, ku jadi ingat kejadian yang di alami salah satu klub di jawa timur yang berlogo singa. Mereka mendukung tim yang entah benar yang mana dengan menarik supporter baru tanpa ada rekonsiliasi klub dengan supporter. Tak bermaksud mengecilkan apa – apa, hanya sebatas opiniku saja. Mungkin pikiranku terlalu jauh untuk berfikir seperti itu. Kuharap bukan seperti itu atau bahkan tidak seperti itu polanya. Semua Sleman Fans pasti akan bermuara di salah satu titik, dan titik itu adalah wadah yang sangat besar untuk memenuhi segala aspek. Ku lihat Copa 90 stories tentang Asia’s Coolest Club? | Bali United – Champion of Indonesia, yang ku tangkap Curva North Side sama gilanya dengan Brigata Curva Sud, ku tak ingin membandingkan keduanya. Tapi, kecintaan adalah dasar dari semua hal yang ada di antara keduanya. Yah.. semua ada muara semua ada aliran dan semua yang mengalir akan masuk ke celah – celah kecil yang berfikiran lebih logis dan kritis. Tak kan ada gerakan, namun tetap mandiri menghidupi. Berkali – kali di hujam dengan tetesan air, akan tetap ada celah di sana yang membentuk lubang. Selamat datang para pejuang bumi sembada, berjuanglah dengan sepenuh hati bersama lambing candi di dada. Ku ada di tribun dengan syarat yang sudah terpenuhi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018