7 #Tulisan ringan : Sedikit Cerita Dari GATE 13 Ultras Panathinaikos


Kultur Ultras Yunani tidak banyak yang tau di Indonesia, Apa ada yang tau ?, Perkenalkan “Gate 13” Supporter beraliran Ultras dari klub Panatinaikos FC yang cukup terkenal di Eropa. Nama, “Gate 13” berawal para supporter yang sama – sama menyaksikan Panatinaikos di Athens Olympic Stadium dari gerbang 13 untuk masuk. Meski begitu Gate 13 baru resmi di gunakana pada tahun 1962 atau 1963, sebelumnya supporter ini menamakan diri S.F.O.P (Syllogos Fillathlon Spadon Pananthinaikou).
logo

Di ambil dari Copa 90, Secara tradisi sebenarnya Ultras di eropa jarang sekali eksis lebih dari 20 tahun, namun “Gate 13” manunjukkan eksistensi dan salah satu representasi yang masih eksis meski mengalami masa – masa sulit tersebut. Berdiri pada tahun 1963 dan di kenal sebagai ultras terbesar di Yunani, Gate 13 cukup atraktif dalam mendukung timnya, dengan giant flag, flare dan koreo serta chant di setiap Panathinaikos berlaga di Athens Olympico Stadium.Loyalitas yang di perlihatkan bukan hanya di bidang olahraga. Bahkan, mereka tidak hanya mendukung tim bolanya saja, melainkan cabang olahraga lain yang di naungi oleh Panathinaikos. Seperti Bola basket, Volli, Pollo Air, Sepak Bola Wanita bahkan klub olahraga Disabilitas. Seperti kebanyakan Ultras lain di eropa, Gate 13 mempunyai musuh abadi sesama supporter, yaitu Gate 7 Ultras dari Olympiakos FC. Gengsi yang sudah di turunkan secara turun temurun membuat Gate 13 selalu berseteru dengan Gate 7, apa lagi saat derby of eternity enemies. Copa90 mencap derby ini adalah salah satu derby terpanas di Yunani. Karena sering kali ada bentrokan yang di mulai dari pelemparan dan adu chant yang cukup panas. Gate 13 mempunyai rival lainnya di antaranya Gate 4 dari PAOK FC, Ares Thessaloniki Ultras Ares FC dan Original 21 dari AEK Athens yang sama – sama panasnya.


Seperti banyaknya Ultras di Eropa, Gate 13 mempunyai roda perekonomian sendiri untuk menopang kebutuhan supporter. Dengan menjual berbagai macam merchandise, majalah hingga unit usaha salah satunya adalah Cub House mandiri milik supporter yang sekaligus sebagai pusat dari seluruh pengorganisasian para supporter. Supporter ini juga mempunyai hubungan baik dengan supporter, yang unik adalah hubungan baik dengan supporter lain kebanyakan adalah dari luar Yunani. Di antaranya Bad Blue Boys Ultras dari Dinamo Zagreb, Block West Rappid Vienna Ultras dari AS Roma dan Barra Bajen supporter dari Hammarby.

Perjalanan sebagai Gate 13 juga cukup menarik ketika Negara Yunani mengalami koleps keuangan nasional, dan otomatis Liga Yunani mengalami penurunan pendapatan hingga membuat Panathinaikos FC di ambang kerugian. Namun, Gate 13 hadir untuk Panathinaikos FC untuk menopang kebutuhan klub. Bahkan Gate 13 sempat berdemo pada waktu itu untuk mendesak agar pemerintah Yunani segera memperbaiki perekonomian Yunani. Dan melakukan amal dengan membagikan makan gratis setiap senin di seputaran stadion. Itulah sedikit cerita dari Gate 13 yang cukup menarik untuk di bahas, tapi sayangnya keterbatasan bahasa menjadi kendala. Namun di kutip dari salah satu member fans Gate 13 yang mengambil kutipan milik Che Guevara,"Football is not like any other sport. It is a weapon for revolution." Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018