07 #Backtofuture : "Calciopoli" 2014


Di tengah ketidak pastian roda kompetisi Liga Divisi Utama 2014, PSSleman tetap melakukan persiapan tim untuk berkompetisi di tahun tersebut. Meski pihak dari manajemen dan sebagian kontestan yang ikut dalam kompetisi Liga Divisi Utama berharap bulan februari 2014 bergulir, namun sayangnya masih dalam persoalaan klasik di kepengurusan penylenggara. Dan PSS masih berhak mengikuti kompetisi resmi PSSI yang sebelumnya masih ikut dalam kompetisi LPIS yang di lebur oleh PSSI di bawah naungan PT LI . PS Sleman memulai menggaet pelatih Hery Kiswanto yang sebelumnya menangani Madiun Putra sebagai pelatih kepala PSS menggantikan Lafran Pribadi yang sebelumnya sukses menggondol trophy Liga Divisi Utama 2013 LPIS.
Selesai urusan dengan pelatih, manajemen segera mencari pemain untuk menambal pemain pergi dari tim. Dan manajemen berhasil mendatangkan pemain baru di bursa transfer di antaranya Guy Junior yang sebelumnya memperkuat PSBK Blitar, Rasmoyo yang pindah dari Persidafon Dafonsoro dan Herman Batak dari PSMS Medan. Pemain sebelumnya yang berhasil di pertahankan oleh manajemen di antaranya Ali Barkah, Kristian Adelmud, Monieaga dan Anang Hadi. Dan beberapa pemain tambahan dari hasil seleksi intern PS Sleman. Sedangkan pemain yang tidak memperpanjang kontak dengan manajemen diantaranya Budi Sudarsono, Noh Alam Syah dan Juan Revi. Pemain – pemain di tahun 2014 mbisa di bilang juga masih cukup bertabur bintang pada masanya. Dan seperti banyak yang di beritakan bahwa PS Sleman adalah kandidat kuat calon tim yang akan promosi di Indonesian Super League. Dan juga di dukung dengan finansial yang bisa di bilang cukup baik di barengi dengan basis supporter yang cukup progresif, yahhh ku bilang seperti itu, karena waktu itu teman – teman BCS hadir di tribun selatan dengan gaya Ultras yang sebenarnya masih baru di kalangan Sepak Bola Indonesia.
Meski jadwal Liga Divisi Utama 2014 yang awalnya berlangsung di bulan februari, PSSI akhirnya mengubah kick off Liga Divisi Utama 2014 menjadi bulan April 2014. Mungkin agak tertunda karena banyak sekali jadwal tim yang harus di susun di Liga Divisi Utama 2014 ini. Karena ada sekitar 64 tim yang akhirnya di bagi menjadi 8 grup. Dan PS Sleman masuk di grup 5 bersama Persinga Ngawi, PSBI Blitar, Madiun Putra, PSBK Biak Numafor, PSIM dan Perseman Manokwari. Dimana di bagi atas 3 Putaran yang di setiap putaran, klasemen terbawah akan terlempar di Liga Nusantara (Dimana Liganya cukup rumit), setelah putaran ketiga akan masuk ke Semifinal. Huft…. Cukup rumit juga Divisi Utama 2014 ini.
PS Sleman mengawali pertandingan di putaran pertama yang di selenggarakan bulan April hingga September 2014, yang bisa di bilang cukup apik, dari 12 pertandingan PSS berhasil menang 5x seri 4x dan kalah 3x. Sehingga menjadi raja di grup 5 dengan 19 pon yang menang selisih gol dengan Persinga Ngawi yang menempati posisi 2. Masuk ke Putaran kedua dengan tim yang di acak dan PSS masuk ke grup J bersama Martapura, Persigubin Pegunungan Bintang Papua dan Persewangi Banyuwangi. Di selenggarakan tanggal 2 – 28 September 2014 . PS Sleman juga tampil cukup ganas yang masih memuncaki klasemen akhir grup J. Hasil dari 4x Menang dan 2x Seri. Dan PS Sleman berhak lolos ke Putaran ketiga. Di putaran ketiga, PS Sleman tergabung di Grup N yang berisikan PSGC Ciamis, Persiwa Wamena dan PSIS Semarang. Sebenarnya PS Sleman cukup baik, tak ada kekalahan yang di telan. Namun, terjadi “Calciopoli” di laga terakhir yang sebenarnya menentukan pemuncak klasemen grup N. Dan karena hal itu, PSS di diskualifikasi dari Liga Divisi Utama 2014.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018