08 #BacktoFuture Menapaki PS Sleman ISC B 2016
Melaunching
tim pada 27 april 2016, PS Sleman memastikan diri untuk siap mengikuti ISC B (Indonesian
Soccer Championship). Penunjukka Coach Seto Nurdiyantoro sebagai juru strategi
PS Sleman cukup mengejutkan waktu itu, pasalnya kandidat kuat pelatih PS Sleman
adalah Coach Jaya Hartono. Namun, sebenarnya Seto Nurdiyantoro tidak asing bagi
PS Sleman. Karena, kita semua mengetahui bahwa Coach Seto Nurdiyantoro adalah
salah satu mantan pemain yang di besarkan oleh PS Sleman. Selain itu, 26 pemain
dinyatakan siap untuk membela PS Sleman pada tahun tersebut. Manajemen saat
itu, cukup aktif dalam mencari pemain. Bisa di katakana pemain – pemain yang di
datangkan pada musim itu cukup mumpuni, diantaranya adalah memborong pemain
dari PSIM ; Eko Pujiyantoro, Oya Winaldo dan Tulus Saptianto. Lalu ada Deny
Rumba dan Busari yang datang dari Madura United. Mahardiga Lasut dari Persija,
Tri Handoko dari Persis Solo dan Rizky novriansyah dari Persiba Balikpapan.
Selain itu ada pemain yang di pertahankan oleh manajemen yang di antaranya
adalah Anang Hadi, Waluyo, Mudah Yulianto dan Eko Setiawan. Dengan skuat yang
bisa di bilang cukup mumpuni target PS Sleman di ISC B 2016 adalah meraih
juara.
Mengingatkan
saat kompetisi Divisi Utama 2016 ini di tiadakan karena adanya pembekuan dari
FIFA dan Kemenpora, dan ISC B adalah penggantinya. Selain itu, ada turnamen –
turnamen lain seperti Piala Gubernur Jateng dan Bali Island Cup. Di ISC B ini
di ikuti oleh 53 klub yang di bagi menjadi 8 grup. PS Sleman sendiri mendapat
jatah di grup 5 bersama Martapura FC, Persinga Ngawi, Madiun Putra FC, PSBI
Blitar, PS Mojokerto Putra dan Persiba Bantul. Performa PS Sleman di penyisihan
grup putaran pertama ini cukup baik dari
10 pertandingan PS Sleman berhasil mengumpulkan 23 poin. Meraih 7 kemenangan 2
seri dan 1 kekalahan. Menempati urutan pertama di daftar klasemen. PS Sleman
berhak tampil di Penyisihan grup putaran kedua. DI samping itu, Peringa Ngawi
di coret dari ISC B karena kontra di lapangan. Di grup putaran kedua atau 16
besar, PS Sleman masuk di grup B bersama Persita Tanggerang, Perssu Sumenep
Madura United FC dan Kalteng Putra. Di grup ini PS Sleman juga tidak menemui
kendala dengan keluar sebagai juara grup dengan 4 kemenangan 2 seri tanpa ada
sekalipun kekalahan. Di perempat final PS Sleman bertemu dengan Perserang
Serang di Maguwoharjo pada 9 September 2016. Laga tersebut di menangkan oleh PS
Sleman dengan skor 3-2 lewat perpanjangan waktu. PS Sleman melaju ke semifinal
dengan melawan Perrsu Sumenep Madura United FC di Stadion Bumi Kartini Jepara
pada 14 Desember 2016. Perrsu Sumenep Madura United FC di berantas dengan skor
1-2 oleh PS Sleman pada waktu itu, dan PS Sleman melaju ke final. Di laga yang
bersama PSCS Cilacap akhirnya melaju ke final dengan luar biasa melawan
Martapura FC, mengalahkan Martapura FC 3-2 lewat perpanjangan waktu. Pertemuan
di final ini di selenggarakan di Stadion Gelora Bumi Kartini di Jepara. Bermain
sama kuat 2-2 selama 90 menit. Pertandingan yang cukup seru ketika berada di
tribun, karena saling kejar – kejaran skor terus berlanjut hingga perpanjangan
waktu. PS Sleman tertinggal dulu 3 – 2 di awal perpanjangan waktu, namun
berhasil di samakan dengan cepat semenit berselang. Skor menjadi 3 – 3. Hingga
prahara terjadi di menit ke 109 ketika PSCS berhasil mencetak gol. Skor berubah
menjadi 3 – 4, gol itu tak bisa di balas oleh PS Sleman hingga babak
perpanjangan waktu berakhir. Dengan itu PSCS Cilacap yang secara mengejutkan
menjadi juara ISC B 2016.
Meski gagal di
ISC B 2016, namun kerangka tim yang di bentuk oleh Coach Seto Nurdiyantoro di
mulai dari sini. Yang menurutku, permainan PS Sleman tidak monoton dengan
banyak umpan panjang ke depan. Namun, lebih banyak bermain dari kaki ke kaki.
Hal ini juga menjawab keraguan saya pribadi terhadap coach seto yang pada waktu
itu masih belum tau menahu soal gaya pelatih dari mantan pemain PSS dan Persis
Solo. Terima Kasih Coach Seto, kamu memang layak ku banggakan hingga ku tulis tulisan ini.

Komentar
Posting Komentar