Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

#01BacktoFuture : Sejarah Singkat Perjalanan PS Sleman hingga 2019

Gambar
PSS berdiri pada tanggal 20 mei 1976 yang di prakarsai oleh Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarsono KH, dan Hartadi. Perserikatan sleman turut membangun PSS waktu itu, yaitu PS Mlati, AMS Seyegan, PSK Kalasan, Godean Putra, dan PSKS Sleman. Ketua pertama PS Sleman adalah gafar anwar yang di lanjutkan oleh Drs. Suyadi. Di tahun 1979 - 1996 PS Sleman berkutat di DIvisi II regional Yogyakarta dan jateng. Barulah PSS dapat naik ke divisi I pada musim 1995/1996 yang waktu itu, PSS di pimpin oleh Drs. H. Arifin Ilyas. PSS bertahan di Divisi I selama 4 tahun dari musim 1996/1997 hingga musim 1999/2000.   Tahun itulah PSS pertama kali memijakan kaki di pentas liga nasional sebagai runner-up dan mengamankan tiket promosi ke liga divisi utama. Kiprah PSS musim 2001 kepengurusan berganti dari Drs. H Arifin Ilyas ke Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt. Sekaligus pergantian bupati sleman. Musim perdana PSS menempati urutan 9 klasemen akhir wilayah timur. Hingga pada tahun 2003 dan 2004 PSS d...

Renungan #3

   Siang begitu terik, namun masih ada asa cinta atas kebanggaanku untuk klub ini. Ku ingat ketika ku baca sejarah awal klub ini terbentuk, bisa ku simpulkan klub ini ada karena adanya gotong royong. Bagaimana tidak klub ini berdiri dari klub-klub lokal . Tak  jauh berbeda dengan kultur di negeri tercinta ini. Kultur itu terus di bangun hingga sampai saat ini. Gotong royong yang menuruku dari kata saling "nggotong" atau dalam bahasa jawa mengangkat bersama dan "royong" yang maksutnya bersama atau kebersamaan. Filosofi ini secara tidak langsung di maknai dalam klub ini. Kebudayaan gotong royong juga masih sangat terlihat dari sekeliling masyarakat Sleman, hingga saat ini. Filosofi gotong royong juga sangat kental di sisi supporter. Keinginan untuk  jauh lebih mandiri dengan bersama-sama membangun kemajuan klub ini. Dari tahun ke tahun klub ini terus di sokong bersama dengan berbagai cara, supporter terus saling menopang untuk menghidupinya. Banyak sekali historia ya...

Renungan #2

Gambar
       Kehadiranmu memang memberikan penyejuk di hidup. Mungkin ta semua orang dapat merasakan hal ini. Namun, ku merasa bangga ketika datang ke tribun dan terus melakukan doa-doa yang ku panjatkan dengan lantang. Tak perlu risau dengan hasil, ku sudah melakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan. Keinginan untuk menang terus menggebu dengan setiap kamu berlaga. Entah di kandang sendiri maupun kandang lawan, tak henti - hentinya teriakan doa untuk menghidupkan harapan akan kemenangan. Entah brapa kali nafas yang terus di hembuskan untuk doa ini, namun selama harapan masih terus membumbung tinggi berharap adanya kemenangan demi kemenangan. Namun, kenyataan tak selalu seiring dengan keinginan. Adakalanya kita harus menerima jika memang hasil imbang atau kekalahan nyata. Apakah ku langsung terpuruk ?, Bagiku hal itu bukan alasan untuk tidak kembali lagi ke tribun untuk merapalkan doa. Ku yakin kesabaran dan doa yang tulus akan menghasilkan hasil yang baik. Tuhanpun tau...

Renungan #1

Gambar
Bangun tidur mataku masih sembab karna kantuk, dengan masih terus meamandangi klub ini dari kejauhan. Tak henti dengan banyak sekali diskusi dimanapun kita berada. Ku hanya sedikit menepi meski hati tetap ini ingin menambat. Ku menyeletuk mencintai sleman apakah sesakit ini?, Ku tetap bertahan dengan menjalani hidup dengan PSS. Entah sekedar lagu sehari –hari ataupun atribut yang kini mulai ku terus pakai. Mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan untuk tetap memelihara PSS di hati. Jujur, ku pernah menepi seperti ini karna tragedi “gajah” dahulu kala. Namun, akhirnya ku kembali karena ku tumbuh bersamanya. Mungkinkah ini balasan untukku ketika ku mencoba menepi kemarin ?, Ku kira tidak. ku sebut menepi bukan meninggalkan.                 Apa yang sudah ku bangun untuk tetap memegangi klub ini agar tetap ada di hati, tak bisa leyap begitu saja. Banyak kesenangan, kebanggaan, kesedihan yang terkenang. Benarkah ...

#AwalMula PERLAWANAN

Gambar
           Aksi #BCSMELAWAN terus terlihat, hingga tanggal 21 Januari 2020 Sleman Fans mendatangi pemain PS Sleman yang melakukan pertandingan perdana di Yogyakarta Independent School (YIS) . Ku melihat ini adalah sebuah geliat desakan dari Sleman Fans yang melawan manajemen yang masih saja belum ada langkah untuk berusaha berdamai dengan supporter. Yah, meski ada klarifiksi dari CEO PS Sleman   pak fatih yang berusaha meluruskan soal pengambilan keputusan soal pemberhentian coach Seto sebagai pelatih PS Sleman sebelumnya. Menurutku, Plot hole dalam lingkup luas Sleman Fans adalah keseriusan manajemen untuk mengurus klub sebesar PS Sleman (meski masih menuntut coach seto untuk kembali). Bahkan dalam butir tuntuan Sleman Fans jelas dan gamblang menyebutkan nama – nama yang di anggap tidak kompeten serta tidak cakap dalam mengurus PS Sleman. Mulai dari pemilik klub, CEO, pelatih hingga pemain. Apabila hal ini masih tidak di gubris atau tidak ada yang m...

#AwalMula WASPADA

Gambar
Tanggal 18 januari 2020 hari kedua dari pernyataan BCS (Brigata Curva Sud) soal menentukan sikap untuk memboikot pertandingan PSS selama waktu yang belum di tentukan, ku menemukan banyak sekali reaksi yang beragam terutama dari sisi media. Ku mulai baca satu persatu tulisan media yang selalu menyinggung Sleman Fans tentang sikap tersebut. Namun, ku simpulkan ada beberapa yang sebenarnya banyak sekali ku menemukan hal salah presepsi soal sikap dari BCS. Menurutku ini membuat penggirangan publik secara tidak langsung. Penggiringan tersebut menurutku, lebih menyudutkan coach seto , karena kebanyakan media lebih memfokuskan beritanya soal tidak di perpanjangnya kontrak coach seto dan bergantiannya Eduardo Perez. Memang berita ini sangat mengejutkan, namun perlu di garis bawahi adalah pergerakan #BCSMELAWAN adalah lebih tuntutan pada manajemen untuk memenuhi 8 tuntutan yang telah di layangkan musim sebelumnya. Bukan karena semata mata coach seto tidak di perpanjang bersama PS Sleman. Namu...

#AwalMula REAKSI

Gambar
Sampai tulisan ini ku buat pagi tanggal 17 Januari 2020, tidak ada statmen apapun dari pihak PS Sleman. Menilik akun twitter dari CEO PS Sleman bapak fatihpun tidak pernah aktif lagi sekitar 1 bulan. Ku lihat reaksi yang di timbulkan setelah pengumuman resmi dari klub menimbulkan gejolak luar biasa. Forum besar dari Brigata Curva Sud (BCS) dan Sleman Fans yang lain pun di lakukan. Pergerakan supporter yang sangat luar atas kepedulian klub bumi sembada ini. Seperti kata seto yang ku kutip dari podcast Elja Radio bersama Sleman Footbal “Berjuanglah demi PSS bukan hanya untuk saya, saya hanya sebagian kecil dari PS Sleman”, BCS dan Sleman Fans merumus tuntutan yang pernah di layangkan setahun lalu. Aku pikir ini adalah sebuah akhir dari kesabaran dari supporter untuk PT. Putra Sleman Sembada yang tak nampak serius dalam menanggapi serius tuntutan tersebut. Mengutip dari laman resmi bcsxpss.com ku lihat butir butir catatan di sana memang tak ada satupun tuntutan yang terlaksana . Mulai d...

#AwalMula LANDASAN !!

Gambar
Tanggal 15 januari 2020 sore hari, kubuka media sosial mencari berita kemajuan PS Sleman, apa saja langkah yang sudah di lakukan. Namun, sangat mengejutkanku sebagai seorang Sleman Fans ketika banyak sekali berita tentang pergantian pelatih dari coah Seto Nurdiantara ke Eduardo Perez. Semula ku tak percaya dengan hal itu, mungkin hanya gimmick di sosmed atau guyonan apalah seperti hal sebelumnya. Namun, tangan mulai bergetar dan masih merasa terkejut ketika berita itu benar – benar terjadi. Serasa, harapan mulai runtuh beserta keyakinan terhadap PT yang menaungi PS Sleman. Sembari ku menenangkan diri sembari menyeruput kopi hitam, ku masih terus mencari soal kebenaran berita tersebut. Kembali rasa tidak percayaku terus timbul dan mulai banyak pertanyaan yang mulai menyeruak kedalam pikiranku yang saat itu yang masih merasa bahwa berita tersebut hanyalah hoax. Ku lihat medsos resmi dari PS Sleman tak ada apapun di situ hanya bertulisan “Jika kalian Tanya kami, kami Tanya siapa?”, kura...