#AwalMula WASPADA
Tanggal 18 januari 2020 hari kedua dari pernyataan BCS
(Brigata Curva Sud) soal menentukan sikap untuk memboikot pertandingan PSS
selama waktu yang belum di tentukan, ku menemukan banyak sekali reaksi yang
beragam terutama dari sisi media. Ku mulai baca satu persatu tulisan media yang
selalu menyinggung Sleman Fans tentang sikap tersebut. Namun, ku simpulkan ada
beberapa yang sebenarnya banyak sekali ku menemukan hal salah presepsi soal
sikap dari BCS. Menurutku ini membuat penggirangan publik secara tidak
langsung. Penggiringan tersebut menurutku, lebih menyudutkan coach seto ,
karena kebanyakan media lebih memfokuskan beritanya soal tidak di perpanjangnya
kontrak coach seto dan bergantiannya Eduardo Perez. Memang berita ini sangat
mengejutkan, namun perlu di garis bawahi adalah pergerakan #BCSMELAWAN adalah
lebih tuntutan pada manajemen untuk memenuhi 8 tuntutan yang telah di layangkan
musim sebelumnya. Bukan karena semata mata coach seto tidak di perpanjang bersama
PS Sleman. Namun, soal coach seto yang tidak di perpanjang di PSS adalah
penyulut dari kesabaran BCS dan Sleman Fans soal kebijakan klub yang masih
terlihat arogan, tidak ada visi dan dengan SOP yang berantakan. Pemboikatan ini
bukan hal yang pertama kali di lakukan, di tanggal 5 maret 2019 tahun lalu di
piala presiden melawan Madura United. Dan yang paling hangat adalah ketika penahanan
supporter Sleman Fans yang menyerukan protes terhadap manajemen. Kembali lagi
soal penggiringan media secara tidak langsung karena perbedaan presepsi penulis
atau gaya tulisan yang tidak gamblang, menurutku akan menimbulkan beberapa presepektif
atau pengertian yang berbeda soal motif apa yang sebenarnya membuat pergerakan
ini berjalan. Terutama bagi orang yang melihat PSS dari kejauhan (masyarakat
umum maksudnya), dan yahh beberapa ku buka sosial media dan berdiskusi dengan
beberapa teman soal hal ini ternyata benar, BCS dan Sleman Fans yang
melakukan aksi #BCSMELAWAN yang sebenarnya bertujuan murni untuk menuntut
keprofesionalitas dari manajemen malah di anggap adanya tunggangan atau “suruhan”
untuk melakukan hal ini oleh oknum, yang sebenarnya adalah orang dari PSS.
Sangat di sayangkan pernyataan oknum tersebut ketika kecintaan supporter
terhadap tim kebanggaannya di anggap “bodoh” karena alasan yang benar benar
tidak ada bukti sama sekali. Sekali lagi media informasi baik online maupun
offline bisa di bilang sedikit blunder mengenai apa yang sedang di perjuangkan
oleh teman-teman Sleman Fans. Semoga dengan apa yang telah terjadi, soal “pencucian
otak” dengan menggiringan presepsi tidak menggoyahkan sikap dari BCS dan Sleman
Fans. Jaga kanan kiri tutup mata dan telinga dengan apa yang telah di
perjuangkan, ingatkan sesama Sleman Fans untuk tetap berada di jalurnya.
#BCSMELAWAN !!!

Komentar
Posting Komentar