Renungan #2


       Kehadiranmu memang memberikan penyejuk di hidup. Mungkin ta semua orang dapat merasakan hal ini. Namun, ku merasa bangga ketika datang ke tribun dan terus melakukan doa-doa yang ku panjatkan dengan lantang. Tak perlu risau dengan hasil, ku sudah melakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan. Keinginan untuk menang terus menggebu dengan setiap kamu berlaga. Entah di kandang sendiri maupun kandang lawan, tak henti - hentinya teriakan doa untuk menghidupkan harapan akan kemenangan. Entah brapa kali nafas yang terus di hembuskan untuk doa ini, namun selama harapan masih terus membumbung tinggi berharap adanya kemenangan demi kemenangan. Namun, kenyataan tak selalu seiring dengan keinginan. Adakalanya kita harus menerima jika memang hasil imbang atau kekalahan nyata. Apakah ku langsung terpuruk ?, Bagiku hal itu bukan alasan untuk tidak kembali lagi ke tribun untuk merapalkan doa. Ku yakin kesabaran dan doa yang tulus akan menghasilkan hasil yang baik. Tuhanpun tau kapan kita harus bersorak dan kapan kita harus terdiam di kala tim ini tak mendapatkan kemenangan. Memacu terus memacu ke dalam batas alam bawah sadar betapa butuhnya tim ini akan kehadiranku. Sesekali menengok kebelakang betapa banyak kenangan yang tersimpan di banyak folder memoriku. 
            Detik terus berlalu, dengan menjadi penyejuk di belakang tribun ku mendobrak semua batasan dari gender, status bahkan agama yang sangat sensitif di negeri ini. Hanya ada saling kebersamaan menyamakan energi dan irama untuk mendukung dan terus mendukung, seakan di setiap orang ada kabel untuk memenuhi nutrisi semangat pemain yang berlaga. Kepercayaanku pada setiap pemain yang berlaga hampir sama dengan iman yang ku percayai. Ku bawa di keseharian hidup. Jikalau nyawa di hitung berdasarkan detakan, ku pasti kan rela menghabiskan detakan ini untuk mendukungmu. Kebanggaan dan kecintaanku untukmu hanya ku lakukan dengan apa yang ku bisa hingga detakan terakhir. Begitulah betapa ku mencintai klub ini hingga ku ta peduli dengan batasan logika. Ku punya sayap namun tak kan terikat. Lekas sembuh PSSku ....



Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018