#AwalMula PERLAWANAN


           Aksi #BCSMELAWAN terus terlihat, hingga tanggal 21 Januari 2020 Sleman Fans mendatangi pemain PS Sleman yang melakukan pertandingan perdana di Yogyakarta Independent School (YIS) . Ku melihat ini adalah sebuah geliat desakan dari Sleman Fans yang melawan manajemen yang masih saja belum ada langkah untuk berusaha berdamai dengan supporter. Yah, meski ada klarifiksi dari CEO PS Sleman  pak fatih yang berusaha meluruskan soal pengambilan keputusan soal pemberhentian coach Seto sebagai pelatih PS Sleman sebelumnya. Menurutku, Plot hole dalam lingkup luas Sleman Fans adalah keseriusan manajemen untuk mengurus klub sebesar PS Sleman (meski masih menuntut coach seto untuk kembali). Bahkan dalam butir tuntuan Sleman Fans jelas dan gamblang menyebutkan nama – nama yang di anggap tidak kompeten serta tidak cakap dalam mengurus PS Sleman. Mulai dari pemilik klub, CEO, pelatih hingga pemain. Apabila hal ini masih tidak di gubris atau tidak ada yang menengahi Sleman Fans akan benar-benar mundur dari tribun sampai waktu yang belum di tentukan. Sebenarnya, ada sebuah asa yang dimana ada kabar jika saham PS Sleman akan di jual, namun sampai sekarang terlihat belum ada tanda-tanda akan ada investor baru untuk PS Sleman. Ada rumor yang beredar adalah seorang anak dari politikus PAN yang ingin memberi PS Sleman, ini membuatku sedikit gugup. Namun, pemilik klub menyatakan bahwa tidak akan di jual ke politikus. Ini membuatku lega, namun ketika ku lihat lagi daftar pemilik saham di PS Sleman terdapat nama pak raudi akmal yang menjadi DPRD (sampai tulisan ini ku tulis) tertera memiliki saham di PS Sleman. Yah, meski tidak banyak namun apakah pernyataan pemilik klub ini benar-benar nyata. atau hanya gimik pernyataan luar yang tak masuk akal. Wajar bila aku sudah tidak terlalu percaya lagi dengan manajemen PS Sleman hingga saat ini.
               Mungkin banyak yang tak menyangka bahwa hingga segitunya Sleman Fans datang untuk melayangkan protes untuk klub ini. Yah, ku lihat Sleman Fans melakukan apapun cara untuk mendobrak kekolotan manajemen dengan berbagai cara. Namun, tidak sampai merusak atau melakukan kekerasan. Sangat di sayangkan ketika media peliput kembali blunder dalam menayangkan berita soal Sleman Fans yang datang ke tempat latihan PS Sleman untuk menyampaikan aspirasi mereka. Pertama, media banyak yang menerbitkan berita soal Sleman Fans yang datang mengganggu latihan. Namun, faktanya Sleman Fans masuk ke lapangan dan memasang banner protes itu setelah kegiatan latihan selsesai bahkan sampai alas kaki atau sepatu Supporter yang msuk lapangan itu lepas sepatu agar rumputnya gak rusak. Kedua, Polisi datang mengamankan situasi agar Sleman Fans tidak berindak anarkis, tapi kenyataannya polisi sudah di tempat bahkan sebelum aksi itu di lakukan. Ada 2 pernyataan yang sedikit di plintir dan sedikit banyak tetap menyudutkan Sleman Fans. Kembali lagi media yang kurang tau situasi yang sebenarnya dan “yang penting updet berita” menggiring opini banyak publik kedalam berita yang salah . Dari media sosial juga tak banyak yang mulai mengkritik cara Sleman Fans yang di kira kuasa dan lain lain. Dan menurutku, Sleman Fans tidak peduli akan hal semacam itu, mereka tetap fokus dan melakukan apa yang bisa di lakukan sesuai dengan jalurnya. Yang di inginkan Sleman Fans adalah profesionalisme dalam mengelola klub. Sesederhan itu . Tekad kuat ini jangan berhenti, mengubah kebiasaan memang sangat sulit. Ku pernah mendengar dari sebuah acara yang aku lupa siapa namanya, namun dia kurang lebih berkata,”Jika kamu belum di tertawakan oleh orang lain akan impianmu, maka impianmu belum besar”. Maka selama impian Sleman Fans menuju akhir yang sama, tak peduli seperti apa orang lain berpandangan, yang perlu di lakukan adalah terus maju dan maju di jalurnya. #BCSMELAWAN !!!! dan akan tetap MELAWAN !!!!



sumber : https://twitter.com/SepakbolaSleman/status/1219587131003138048/photo/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018