#01BacktoFuture : Sejarah Singkat Perjalanan PS Sleman hingga 2019


PSS berdiri pada tanggal 20 mei 1976 yang di prakarsai oleh Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarsono KH, dan Hartadi. Perserikatan sleman turut membangun PSS waktu itu, yaitu PS Mlati, AMS Seyegan, PSK Kalasan, Godean Putra, dan PSKS Sleman. Ketua pertama PS Sleman adalah gafar anwar yang di lanjutkan oleh Drs. Suyadi. Di tahun 1979 - 1996 PS Sleman berkutat di DIvisi II regional Yogyakarta dan jateng. Barulah PSS dapat naik ke divisi I pada musim 1995/1996 yang waktu itu, PSS di pimpin oleh Drs. H. Arifin Ilyas. PSS bertahan di Divisi I selama 4 tahun dari musim 1996/1997 hingga musim 1999/2000.  Tahun itulah PSS pertama kali memijakan kaki di pentas liga nasional sebagai runner-up dan mengamankan tiket promosi ke liga divisi utama.
Kiprah PSS musim 2001 kepengurusan berganti dari Drs. H Arifin Ilyas ke Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt. Sekaligus pergantian bupati sleman. Musim perdana PSS menempati urutan 9 klasemen akhir wilayah timur. Hingga pada tahun 2003 dan 2004 PSS dapat menempati urutan 4 besar klasemen akhir Divisi Utama saat itu. Namun, mrosot pada di musim 2005 ke posisi 7. Sayangnya kompetisi 2006 PSS terpaksa mengundurkan diri dari kompetisi Divisi Utama karena Gempa yang mengguncang Yogyakarta pada waktu itu. Sehingga PSS otomatis terdegradasi pada musim tersebut.
Pada tahun 2007, PSS gagal untuk masuk ke jajaran Liga elit Nasional yang mulanya Divisi Utama di ganti Dengan Indonesian Super League (ISL), karena hanya dapat menempati klasemen akhir di posisi 12 wilayah barat. Pada musim kompetisi 2008 dengan segala keterbatasan dana karena tidak mendapat bantuan APBD,PSS mampu bertengger di urutan 8 wilayah timur. Pun di musim selanjutnya PSS masih berkutat di klasemen urutan 8 wilayah timur. 3 tahun PSS berkutat di klasemen tengah Divisi utama (ISL) hingga musim 2012(peringkat 10 grup 3, peringkat 10 grup 3, Peringkat 7 grup 2)
Di tahun 2012 PSS sudah tidak di danai oleh APBD namun PSS sudah bernaung di PT. Putra Sleman Sembada, dengan komisaris utama adalah Bambang Sukmonohadi. Lanjut ke tahun 2013 ambisi PSS untuk menuju IPL (terjadi dualisme antara ISL dan IPL) cukup serius dan berhasil menjadi juara Divisi Utama LPIS. Namun, karena dualism liga, hak PSS untuk melakukan play-off ke ISL, di batalkan. Padahal saat itu sudah merger menjadi ISL.
Kompetisi tahun 2014 PSS berhasil maju ke 4 besar Divisi utama. Namun, tragedy “itu” terjadi antara PSS melawan PSIS. Laga yang berkesudahan 3-2 itu sangat mencoreng PSS dan mengecewakan Sleman Fans kepada klub kebanggan. Masih mencoba terus melupakan tragedi di tahun sebelumnya dan di bekukannya PSSI pada tahun 2015, PSS mengikuti piala kemerdekaan. Meski persiapan sangat mepet, PSS mengusung target juara. Namun, sayangnya PSS harus terjungkal tak bisa lolos dari fase grup.
Masih dalam balutan pembekuan PSSI pada tahun 2016 PSS mengikuti ISC (Indonesian Soccer Championship) B . Nama Coach Seto Nurdiantoro mulai di dapuk sebagai pelatih PS Sleman. Dengan materi pemain yang bisa di bilang cukup pengalaman, PSS mulus melalui setiap pertandingan hingga semifinal. Meski di unggulkan, tapi saat melawan PSCS CIlacap di final PSS harus menyerah 3-4.
Mulai 2017, kompetisi bergulir dan PSS mulai dengan start di liga 2 (yang sebelumnya Divisi I), target PSS promosi pun di sematkan. Seto yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih harus di gantikan dengan Fredy Mully. Namun, sayang jalan PSS kembali terhenti di babak 16 besar, terlebih PSS hanya kalah head to head dari PSPS Pekan Baru. PS Sleman kembali berkiprah di Liga tertinggi baru pada tahun 2018 setelah menjadi Champione Liga 2 mengalahkan Semen Padang 2-0. Yang saat itu Seto Nurdiantoro sebagai pelatih PS Sleman menggantikan Fredy Mully...
 Musim perdana PSS mampu menembus papan tengah pada musim 2019 di Liga 1, dengan banyak lika liku PSS masih bisa berbangga diri. Sebab PS Sleman menjadi satu-satunya tim promosi yang bertahan di Liga 1 musim 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018