05 #Backtofuture : Peliknya Persoalan PSS dan Liga 2007
Super Elja mulai berbenah untuk
mengikuti kompetisi Divisi Utama 2007 yang akan di selenggarakan pada bulan 10 Februari 2007. Kerangka tim yang sebelumnya di bentuk harus di ulang di karekan PS
Sleman telah membubarkan tim pasca gempa DIY 2006 silam. maka praktis,
manajemen harus membentuk tim dari awal lagi. Dengan masih di adakan turnamen
Piala PSS untuk seleksi pemain baru yang akan masuk di sukad PSS, manajemen
juga mulai mecari pemain – pemain baru. Namun, laskar sembada awalnya di tawari
pelatih dan 5 pemain asing oleh seorang agen yang berasal dari Argentina. Pelatih tersebut adalah Horacio A Morientez,
dan 5 pemain tersebut adalah Gaston Castano, Ramon ikuantino, Juan Batalla,
Leandro Barella dan Ariel Ortega. Namun, untuk Ariel Ortega belum dapat
kepastian untuk ke Bumi Sembada. Dalam masa ini PSSleman mencoba bekerja sama
dengan Boca Juniors dan rekomendasi pemain dan pelatih berdasarkan oleh Carlos
Cambon Pelatih PS sleman yang masih berada di Argentina saat itu. Yang
menurutku kurang tepat karena Horacio A Morientez sendiri berlisensi sebagai
pelatih fisik. Dan ternyata Carlos Cambon tidak segera bergabung di PS Sleman
sampai bergulirnya kompetisi. Untuk pemain PS Sleman hanya menyodorkan
kontraknya pada Gaston Castano dan Juan Batalla itupun di awal kompetsis
bermasalah dengan administrasi pemain. Penambahan pemain Asing di PS Sleman di
tutup dengan hadirnya Anderson da Silva, George Oye Depo dan Mbounjo. Untuk
pemain lokal Laskar Sembada diantaranya Fajar Listiantoro, Rahel Tuassalamoni,
Busari, Choirun Anam, Galih Sudaryono, Slamet Nurcahyo, Roni Irawan, Fery
Setiawan, Dedi Sutrisno dan Andi Yoga.
| https://slemania.or.id/images/gallery/thumb/photogallery46009c5b86264.jpg |
Target Musin 2007 untuk PS Sleman
adalah masuk ke Indonesian Super League 2008, karena buntut di tegurnya PSSI
oleh FIFA yang melarang format 2 wilayah. Sehingga PSSI “menyeleksi” klub yang
akan masuk ISL (Indonesian Super League) musim berikutnya, di ambil 9 klub
teratas dan sisanya akan tetap di Divisi Utama, Nah Divisi Utama ini menjadi
cikal bakal Liga 2 hingga sekarang. Yang menurutku seharusnya tetap di jadikan
satu wilayah dengan delapan belas tim tersisa ini. Namun, ternyata malah di
tambah lagi klub promosi dari Divisi satu. Karena Musim 2007 tidak adanya
degradasi, maka yang masuk di Liga Divisi Utama 2007 menjdi membengkak, total
ada 36 tim yang di bagi dalam 2 wilayah (masing-masing I8 tim) dan penentuan
juara tentu masih dengan babak 8 besar. PSSleman tergabung di wilayah satu
bersama PSMS Medan, PSDS Deli Serdang, Persija Jakarta, Persib Bandug,
Sriwijaya Palembang, Persikabo Kabupaten Bogor, Persitara Jakarta Utara, Persita
Tanggerang, PSIS Semarang, Pelita Jaya Karawang, Persikota Kota Tanggerang, Persik
Kediri, Persela Lamongan, PSSB Biuren, Persema Malang, Persiraja Banda Aceh, Semen Padang. Perjalanan Liga ini cukup panjang
sebenarnya, karena banyak sekali partai tunda dan jeda kompetisi yang panjang
diantaranya Pelatnas Timnas dan Puasa. Jadi terlihat sekali kompetisi Liga 2007
ini kurang matang dan kurang terkonsep mengenai jadwal kompetisi. Dan tentu
saja membuat pengeluaran klub peserta pada waktu itu cukup membengkak di tambah
copa Dji Sam Soe juga masih berjalan tidak hanya dana tapi juga stamina dan
psikologis pemain juga berpengaruh tentunya. Belum lagi rumor kasus suap masih
sangat kental pada waktu itu.
Dengan semua permasalahn yang
ada, Liga tetap berjalan. PS Sleman yang sudah menggunakan Stadion Maguwoharjo, di puratan petaman liga tampil kurang baik.
Di bawah nahkoda Horacio A Morientez, PS Sleman kesulitan dalam meladeni tim –
tim yang ada. Tercatat PSS mencatatkan hasil 7 kali kalah dan 2 kali hanya
mengalami hasil seri. Permasalahan ini cukup masuk akal dari segi teknik pelatih
dari Argentina ini menerapkan pola 4-4-2 yang sebenarnya belum familiar dengan
pemain Indonesia yang kebanyakan menggunakan formasi 3-5-2 dengan 3 Full back
dan 2 penyerang sayap di lini tengah. Di tambah perbedaan bahasa yang tentu
saja pemain kurang paham dengan apa yang di minta oleh mantan pelatih fisik
Boca Junior ini. Di puratan kedua manajemen akhirnya berbenah, langsung
menunjuk Rudi Willian Keltjes untuk menggantian Moracio A Morientez serta
memulangkan Batalla yang karena performanya ta kunjung membaik di tambah
masalah kebugaran pemain dan menggantinya dengan Richardo Macucha dari River
Plate. Pergantian ini cukup sukses
ketika PS Sleman di putaran kedua berhasil mencatatkan 8 tanpa kekalahan.
Performa PS Sleman cukup baik saat itu yang bahkan laga akhir PS Sleman
berhasil mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor telak 5-1 untuk
kemenangan PS Sleman. Selain itu PS Sleman mencatatkan kekalahan terbesar waktu
itu dengan Perseik Kediri 6-2. Akhir kompetisi yang panjang ini akhirnya PSS
harus puas di posisi dua belas dengan raihan 12 kemenangan, 10 kali
seri dan 12 kekalahan. Juara pada waktu itu adalah Sriwijaya FC dengan raihan pemain terbaik Zahrahan Krangar dan Top skorer Christian Gonzales (32 gol). Dengan hasil itu PS Sleman gagal memenuhi
targetnya lolos di ISL musim berikutnya. Meski rumor masih beredar waktu itu,
PS Sleman dapat masuk ke ISL dengan menggantikan tim lain yang tidak terverifikasi
oleh PSSI. Namun, ternyata PS Sleman tetap melanjutkan kompetisi di Liga Divisi
Utama untuk musim 2008.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar