02 #BacktoFuture : Perjalanan PS Sleman di Kompetisi Divisi Utama Tahun 2003


   Dengan bergulirnya kompetisi Liga Divisi Utama Bank Mandiri 2003, PS Sleman masih berhak untuk mengikuti kompetisi di tahun itu karena pada tahun sebelumnya PS Sleman berhasil bertahan di klasemen akhir di posisi 7 wilayah timur. Dengan format 1 wilayah pada tahun tersebut, sebenarnya PS Sleman sedikit pesimis dengan peta kekuatan tim – tim yang berpartisipasi pada tahun itu. Maka, dari itu PS Sleman pun hanya menargetkan lolos dari jurang degradasi atau tetap bertahan di Divisi Utama agar dapat tetap berkompetisi di tahun berikutnya. Dengan penunjukan pelatih baru PS Sleman yang sebelumnya di pegang oleh Coach Suharno. Penunjukan Coach Yudhi Suryata menjadi hal yang mengejutkan. Selain Sebelunya kandidat yang ada untuk menangani PS Sleman pada waktu itu adalah pelatih – pelatih yang cukup kenyang pengalaman seperti M Zein Alhadad, Heri Kiswanto, Riono Asnan, dan Yussack Sutanto. Dengan di umumkannya pelatih Yudhi Suryata oleh ketua PS Sleman Ibnu Subiyanto, maka kepercayaan penuh di berikan pada pundak pelatih yang pernah menangani GPD Sidoarjo itu. Setelah penunjukan pelatih Yudhi Suryata, manajemen PS Sleman pun segera bergerak cepat untuk menyusun tim untuk menyongsong gelaran Ligina IX (Liga Divisi Utama 2003). Mendatangkan Coly misrun dari PSM Makasar, Anton Hermawan dari Persikab serta Wahyu Teguh dari Pelita Krakatau Steal (Pelita KS). Tidak lupa menggenapi pemain dari negeri samba Brazil yaitu Anderson da Silva, Deca “dos” Santos dan Marcello Braga. Punggawa lokar juga turut di pertahankan oleh manajeman PS Sleman waktu itu seperti Prasetyo Sugianto, Didik Tri Yulianto, Kahudi Wahyu Widodo, M Zaenuri, Maully Lessy, M Dwi Wahyudi, Aceng Juanda, M Budiana, Sutaji, M Ansori, Dwi Prasetyo, Seto Nurdiantoro, Fajar Listiyantoro, Slamet Riyadi, dan M.Eksan. Dengan bermodalkan pemain yang langsung di pilih oleh Coach Yudhi, PS Sleman pun menatap kompetisi Ligina IX dengan serius dan mantap.
   Jelang kompetisi di mulai PS Sleman mulai perkasa di pekan awal liga hingga tak pernah kalah hingga pekan ke-6 . Namun, di pekan ke 7 adalah kekalahan pertama PS Sleman saat melawan Persita Tanggerang dengan skor 2-1 di Mandala krida. 3 kali mengalami kekalahan beruntun PS Slemanpun terus belanjut hingga pekan ke 9. Namun, Permainan pelatih Yudhi Suryata ini cukup gemilang dengan hanya 3 kekalahan hingga jea paruh musim (kalah dengan persipura, Persik dan PSM Makasar). Di paruh kedua PS Sleman kembali tancap gas dengan hanya 5 kekalahan dan sisanya sapu bersih meraih poin baik tandang mupun kandang. Dengan permainan determinasi tingga dan ngotot PS Sleman mampu untuk bertengger di posisi 4 klasemen akhir dengan poin 60, di bawah Persik Kediri sebagai juara, PSM Makasar dan Persita Tanggerang . Di akhir kompetisi itu, Marcello braga menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi 21 goal, selisih 10 gol dari Oscar aravena yang kala itu mengkoleksi 31 gol dalam 1 musim. Selain itu, Ada beberapa skandal yang turut mengikuti perjalanan PS Sleman waktu itu, Namun bukan suatu persoalan bagi PS Sleman untuk terus menaiki anak tangga klasemen akhir Ligina 2003.
   Kegemilangan PS Sleman untuk menonjok kek papan klasemen pada tahu 2003 itu cukup mencengangkan, pasalnya target PS Sleman sebelum kompetisi bergulir adalah hanya bertahan di kompetisi Liga Indonesia saja. Namun, kengototan punggawa PS Sleman waktu itu, cukup bisa kita banggakan sebagai Sleman Fans. Dimana belum terlalu mapannya fasilitas klub pada waktu itu karena belum lama masuk ke jajaran liga elit Nasional kala itu. Bahkan PS Sleman bisa di bilang klub semi-amatir yang merusak peta kekuatan kompetisi Liga Divisi Utama saat itu.



Sumber :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 #TulisanRingan : LIGA INDONESIA, KAPAN?

"Bengal Brigade" Ultras ber-Akulturasi

13 #BacktoFuture : Sejarah yang terulang PS Sleman 2018